2017 :: A Year Full of Emotions

Emosional, mungkin itu satu kata yang tepat untuk mewakili tahun ini. Apakah tahun sebelumnya tidak penuh emosi? Tentu penuh, segala yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya juga penuh dengan emosi dan menjadi proses belajar terutama menuju kedewasaan. Tapi, bagiku, tahun ini menjadi “turning point” dimana segala yang besar dimulai dari sini. Everything happened in this year.

Melihat kembali apa yang telah terjadi dari awal dibukanya tahun 2017 ini dengan kesedihan dan ditutup dengan kebahagiaan yang aku harap bisa memberikan kekuatan positif untuk membuka tahun yang baru.

Berawal dari akhir bulan Desember yang menjadi kebangkitan untuk bidang yang aku geluti, seni dan ilustrasi. Pada bulan itu, aku mendapatkan sebuah email balasan atas submisiku untuk event ArtBound 2017 yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi UI yang menyatakan bahwa aku lolos dan ikut serta dalam program coaching clinic dan pameran pada acara itu. Dengan girangnya, aku mengumumkan itu kepada keluargaku dan berharap kabar itu dapat menjadi hadiah ulang tahun untuk Papa. Sejak bulan Desember, kesehatan Papa memang sudah menurun dan semangat yang biasa terlihat pada wajahnya seolah luntur perlahan. Awal tahun 2017, siapa yang sangka tahun ini akan dibuka dengan kesedihan yang mendalam terutama untuk keluarga kami.

Untitled

24 Januari pukul 22.40 WIB, Papa menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya. Bulan itu menjadi bulan yang amat menyakitkan dengan segala teka-teki dan urusan yang Papa tinggalkan kepada kami. Aku masih ingat bagaimana suasana rumah sakit saat itu selama lima hari Papa dirawat. Ada perasaan “berat” setiap kali aku memasuki lorong rumah sakit menuju kamar rawat inap dan sewaktu meninggalkan kamar rawat inap, meninggalkan Papa yang terbaring sendirian. Dari sini juga, aku belajar bahwa umur memang rahasia Allah SWT. Tidak ada yang tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada-Nya. But, life must goes on untuk kita yang belum waktunya pulangSeperti yang dijanjikan-Nya, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Dibalik sedih, pasti ada senang. Bulan-bulan selanjutnya diisi dengan berbagai kegiatan yang cukup membuat pikiranku sibuk.

Tahun ini menjadi tahun pertama tanpa Papa.

25 dan 26 Februari menjadi hari yang paling fenomenal untukku. Ini pertama kalinya karyaku berkesempatan untuk dipamerkan di ruang publik bersama dengan karya teman-teman ArtBound 2017 lainnya. Momen ini menjadi momen paling bahagia juga, dimana keluarga dan sahabat-sahabatku datang mendukungku dan di sini akhirnya ada hasil dari apa yang aku geluti selama ini. Meskipun Papa tidak menghadiri pameran pertamaku (yang mana pasti alm. yang paling excited ketika anaknya punya acara), aku berharap Papa bangga melihatku. Melalui acara ini juga, aku punya kesempatan lebih mengenal kedua orang mentor yang hebat, Kak Emte dan juga Mbak Aprina, sekaligus mendapatkan ilmu baru dari mereka. Tentunya, aku bertemu dan mengenal teman-teman baru yang hebat di bidang seni dan ilustrasi.

Pada bulan Februari juga, aku nekat mendaftarkan diri sebagai anggota Teater Mahasiswa ENJUKU, sebuah teater berbahasa Jepang yang berisikan mahasiswa/i Indonesia, dipanggil untuk audisi, dan ternyata lolos! Aku masih ingat betapa tegangnya saat audisi berlangsung dan sewaktu ditelepon bahwa aku lolos menjadi anggota ENJUKU. Selanjutnya, ada rangkaian acara sebagai anggota baru. Mulai dari bulan April, aku resmi menjadi anggota Teater Mahasiswa ENJUKU, yang mengisi kegiatan di setiap hari Sabtuku.

Tahun ini, pertama kalinya aku mewujudkan kenekatanku untuk explore salah satu daerah yang cukup sulit terjangkau, yakni Pangalengan, Jawa Barat. Aku tidak akan melupakan pengalaman pergi berdua saja dengan sepupuku dan menempuh puncak yang berkilo-kilo meter jauhnya dari pusat kota Bandung pada bulan Juli lalu. Perasaan campur aduk ketika meninggalkan tempat dan pergi ke tempat baru pun selalu muncul dan mengaduk-aduk perut. I can feel the fresh air from nature, like a real fresh air. At that time, i feel so alive. Dan ini menjadi awal untuk petualanganku selanjutnya, terutama di tahun 2018 ini, dimana resolusi yang aku buat adalah untuk explore lebih banyak berbagai daerah di Indonesia.

Di pertengahan tahun ini, aku masuk ke bagian tata panggung atau biasa disebut Butai Bijutsbu di Teater ENJUKU. Didampingi oleh kak Rifqi, kami mulai dari yang tidak bisa apa-apa sampai akhirnya mendapatkan project membuat bangku dan sampai pada properti pementasan tahun 2017. Bagian ini menjadi keluarga baruku.

Pada bulan Agustus, aku berkesempatan untuk berdiri di atas panggung bersama teman-teman ENJUKU dan salah satu paduan suara dari Jepang, Southern Cross untuk mempersembahkan lagu Furusato-Arashi pada Lomba Musikal Jepang. Selain itu, ENJUKU juga menjadi penampilan penutup dari Lomba Musikal Jepang yang diadakan oleh Kedutaan Besar Jepang pada bulan Agustus lalu, menampilkan tiga lagu wajib kami, yakni Sakura yo, Merah Putih, dan Dancing Indonesia. Ternyata, sangat sulit berada di atas panggung dengan banyaknya mata yang tertuju pada kita. There’s so much pressure. Aku pun menyadari betapa hebatnya para pelakon yang menampilkan diri mereka di atas panggung, bahkan teman-temanku yang pemain. Mereka sudah terbiasa dengan tekanan-tekanan tersebut dan mampu melawannya. They are all great.

For the first time in forever…. The World of Ghibli Jakarta had been held!! I still remember the euphoria from pra-event and event. It was really sucks when you didn’t have money to buy the tickets, and everyone was like… already uploaded their presence within the crowd. Kala itu, banyak yang membuka giveaway tiket Ghibli juga, aku pun tak mau kalah untuk ikutan. Namun, sewaktu pengumuman meman belum rezekinya. Sudah beberapa giveaway aku ikuti, hasilnya tetap sama. Sampai pada minggu terakhir penutupan, ada giveaway dari Pacific Place di Instagram. Aku ikuti dan alhamdulillah aku mendapatkan tiket Ghibli! Masuklah aku dan teman-teman kampus yang juga dapat tiket giveaway ke The World of Ghibli Jakarta. And it was really wonderful. Terutama di bagian awal sebelum bagian instalasi, dipamerkan all works dari semua film Ghibli juga proses kerja studio Ghibli. I cried inside… Rasanya sangat memotivasi untuk berkarya lebih lagi. Instalasinya pun sangat keren dan mirip seperti yang ada di film. Favoritku adalah Totoro dan Kiki’s bakery! P.S kami ternyata dapat dua tiket masing-masing yang mana membuat kami panik hahahahaha….

Bulan September, aku mendapatkan pengalaman baru yakni latihan di luar tempat biasa kami latihan, ENJUKU House. Ya, Gasshuku yang bertempat di puncak selama tiga hari dua malam dalam rangka menuju pementasan ENJUKU tahun 2017 di Jakarta. Pengalaman yang luar biasa sekaligus ganti suasana kami dengan view pegunungan dan lagi-lagi fresh air. Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan juga membuat kami lebih berbaur satu sama lain dan mengakrabkan diri lagi. Moment yang paling tidak bisa aku lupakan adalah keseruan para anggota Butai Bijutsubu. Dari Gasshuku ini, mereka mulai membuka jati dirinya perlahan. Aku tidak pernah menemukan orang-orang yang se”receh” mereka. Hahahahaha…

Oktober awal, aku diberi kepercayaan untuk menjadi penanggung jawab dalam pembuatan backdrop-backdrop pementasan tahun 2017. Sungguh ini pertama kalinya untukku serta tanggung jawab yang sangat besar. Sebelumnya, aku bahkan tidak pernah membuat backdrop. Apalagi, tahun ini backdropbackdrop yang digunakan sangat banyak. Sempat ragu awalnya, namun aku jalani juga. Selama prosesnya, banyak sekali kendala yang ku temui namun hal itu yang membuatku belajar. Pembuatan backdrop pun bersama dengan teman-teman butai dan anggota lainnya sehingga terasa lebih menyenangkan. Banyak susah senang yang kami lalui. Pada akhirnya H-2 pementasan, backdrop selesai. Dan sampai saat ini, pembuatan backdrop menjadi yang paling kami rindukan.

Oktober menjadi bulan yang paling aku nantikan setiap tahunnya. Tahun ini menjadi berarti bagiku karena pada tahun ini, aku memasuki usia kepala dua. Terlalu banyak berkah dan cinta yang sudah aku terima selama dua puluh tahun ini. Meskipun Papa yang biasa memanjakanku dan adikku sudah tidak ada, tapi aku sangat bersyukur karena masih ada Mama dan adik-adikku. Tahun ini bahkan aku dikelilingi dengan keluarga keduaku, akhi ukhti, dan keluarga baruku, ENJUKU. Sempat kaget tahun ini, di ruangan butai, aku dinyanyikan lagu “Happy Birthday” oleh butai dan ternyata ada Kaikiri Sensei dan juga Kak Ario yang ikut menyanyikan. Butai membuatkanku kue dari bahan properti ala kadarnya hahahaha. Surprise akhi ukhti juga sudah kutunggu. Dan yang lucu adalah, ketika menginjak usia 20, pembahasan yang dibicarakan sudah “berbeda”.

2-3 Desember 2017 adalah waktu yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Kedua hari itu merupakan hari yang paling menentukan bagi anak-anak Teater ENJUKU. Hari itu merupakan hari pementasan utama di Jakarta atau yang biasa disebut dengan Honkouen di tahun 2017. Berjudul “Kagura no Sato Satsujin Jiken” yang dalam bahasa Inggrisnya “Mystery in Kagura Village“, pementasan ini merupakan inti dari seluruh latihan yang ada di ENJUKU. Latihan selama hampir setengah tahun yang dipersiapkan untuk dua hari itu. Dari bagian pemain atau Engibu, bagian kostum atau Ishobu, dan bagian setting panggung atau Butai Bijutsubu semuanya mengerahkan seluruh kerja keras dan kemampuannya untuk Honkouen ini. Bagiku, kedua hari ditambah satu hari untuk persiapan sebelum tampil pun merupakan hari yang sangat berharga. Semuanya masih berputar di kepalaku hingga saat ini dan aku belum bisa menumpahkannya melalui kata-kata. Yang pasti, pengalaman Honkouen ini menjadi yang pertama untukku sekaligus menjadi penutup manis tahun 2017 ini. I will never forget it. Thank you, ENJUKU for the chance :’)

Di penghujung tahun 2017 sekaligus menjadi penutup (lagi) tahun ini disponsori oleh jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor bersama keluarga butai 😀

Untuk semua yang terjadi di tahun 2017, terima kasih telah menjadikanku orang yang lebih kuat lagi, membiarkanku belajar untuk menerima dan merelakan.

Untuk semua yang ada bersamaku di tahun 2017, thanks for being there with me.

Terima kasih, 2017.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s