Lebaran 2017

Ada banyak cara yang dilakukan orang-orang dalam menyambut Hari Kemenangan setelah melalui 30 hari puasa. Ada yang merayakannya dengan mengumandangkan takbir dan shalawat, menyiapkan berbagai hidangan khas Hari Raya, konvoi keliling kota, dan tidak sedikit yang mewarnai jalanan dengan cahaya-cahaya dari kembang api. Ada pula yang memilih untuk menyambut malam takbiran di rumah.

Aku kenal seorang laki-laki paruh baya yang memilih untuk menghabiskan malam kemenangan itu dengan tidur. Mengistirahatkan tubuhnya yang mulai lelah karena usia. Sendirian, di rumahnya yang sepi, sedikit terasing dari euforia malam takbiran. Anak-anaknya tidak menemani, karena larut dalam kesibukan masing-masing. Beberapa tahun seperti itu.

Tapi, tahun ini menjadi tahun pertamanya melewatkan malam takbiran dan lebaran tanpa tidur. Sudah bukan di rumah, melainkan di tempatnya yang baru, menuju keabadian. Tetap sendirian, hanya sepi yang menjadi teman.

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s