(day 2)Malaysia, November ’16

So, di hari kedua ini, kami meninggalkan Kuala Lumpur sementara untuk stay selama dua hari satu malam di Genting Highland. Kata papa, di Genting dingin banget tapi saya ga percaya sampai saya merasakannya sendiri. Dari Bukit Bintang, kami berangkat pagi-pagi dijemput oleh Mr. Vela dengan bas kebanggaannya. Ternyata Mr. Vela tidak sendirian! Ia ditemani istrinya yang kurang begitu fasih bahasa Melayunya untuk mengantar jemput kami. Perjalanan dari hotel sampai di Genting cukup panjang. Selama perjalanan, kami melewati deretan kondominium yang berdasarkan cerita Mr. Vela, kondominium daerah tersebut merupakan pendiaman para artis tersohor di Malaysia. Okay. Saking lumayan lamanya perjalanan, kami sempat tidur di bas.

img_9001Mr. Vela dan istri

Dan setelah satu setengah jam lamanya, akhirnya kami sampai di Genting Highland! Udaranya mulai terasa berbeda saat kami memasuki dataran tinggi tersebut. Sebenarnya mirip sama kawasan puncak Bogor, Jawa Barat (yaiyalah, sama-sama puncak toh). Bedanya, disini ga ada tukang jualan dan much much much colder…

img_9005Di depan Genting Skyway

Mata masih belekan sewaktu turun dari bas. Kami dibawa ke Genting Skyway yang nantinya akan mengantarkan kami ke puncak dan resort. Mr. Vela membelikan tiket dan sebelum naik, kami berpamitan dengan sang istri. Tiket cable car ini sudah termasuk dalam paket tour, tapi kalau beli sendiri satu orang dikenakan biaya sebesar 3.65 RM untuk satu kali perjalanan.

Sewaktu memasuki antrian cable car…. bukan main… kebetulan saat itu ada rombongan turis dari Tiongkok yang sedang berlibur di Malaysia dan pergi ke Genting juga. Banyaknya naujubilah… itu satu ruangan buat antre isinya itu rombongan mereka semua. Dan lagi mereka ga tertib sewaktu antre. Berasa lagi antre wahana Dufan. Untungnya antriannya ga diam dan berjalan terus jadi ga terlalu lama nunggunya dan ga bikin mual(padahal cuma antre). Selama kurang dari setengah jam, giliran kami pun tiba. Rasa tidak sabar sekaligus deg-degan mixed up ketika menaiki tabungnya.

img_9016

Dalam satu tabung/mobil, cukup untuk memuat 8 orang. Kami berbarengan dengan 4 orang turis Tiongkok tadi.

Sebelum berangkat, petugas memfoto kami… cheese! Lalu perlahan, mobil terangkat naik… Again, all feelings mixed up. Dari dalam itu naiknya terasa pelan, tapi kalau kita melihat kebawah dan jalur kabelnya, naiknya itu menukik banget. Perjalanannya pun panjang. Semakin ke atas semakin menukik dan angin berhembus terasa semakin kencang. But the view up there was amazing!!! Oke, saya mulai berandai-andai sedang memasuki South Wood dari kisah Wildwood karya Collin Meloy dan Carson Ellis. I wonder if there are coyotes on duty down there. Awan kabut kemudian muncul. Aaaaaa…. speechless saya. Belum sempat merasakan kabut super di Bandung, dapat kesempatan merasakannnya di sini. Pemandangannya menyeramkan sekaligus indah.

img_9045
img_9046Saat berada di tengah-tengah. We almost see nothing.

Bagian paling menegangkan ketika kami sudah hampir sampai puncak. Kata papa, kalau anginnya sedang kencang maka cable car akan diberhentikan sementara. Dan… setelah cerita kaya gitu, anginnya kencang sampai mobilnya goyang-goyang dan benar aja, semuanya diberhentikan tiba-tiba selama sekitar 5 menit. Gosh…

Semakin keatas, pemandangannya semakin indah. And finally we got there.

Pemberhentiannya menghubungkan kami dengan mall di Genting Highland. Di dalam mallnya terasa dingin banget… brrrr…

Kami menginap di First World Hotel, salah satu hotel yang ada di kawasan Resort World Genting. Biaya per malamnya untuk satu orang itu 720 RM.

Resort World saja sudah berada di puncak, sementara kamar hotel kami berada di lantai 19 *insert cry emoji*. Naik liftnya aja udah ngeri. Kalau dipikir-pikir, serem juga ya kalau tiba-tiba ada bencana gitu yang ada di dalam Resort World pada kocar-kacir semua. Serem.

Resort World menyediakan berbagai fasilitas hiburan yang lengkap, mulai dari wahana Arcade, atraksi, bioskop, bahkan casino. Banyak stall makanan dan buah-buahan yang lucu di sini.

img_9058

img_9066

Dan yang paling dicari kalau berada di sini sudah pasti yang hangat-hangat dan makanan. Udara dingin made us starving all the time. Untungnya ada minimart di lantai bawah yang tempatnya hangat dan menjual pop mie dengan berbagai merek dan harga sebagai pertolongan pertama pada perut. Minimartnya sepi, hampir tidak ada peminatnya, tapi cozy.

Diantara semua, bagian yang paling saya suka adalah ketika keluar dari Resort ke area parkiran. Rasanya seperti bukan berada di kawasan Asia ho ho ho…

img_9153

img_9075

img_9086

img_9151

img_9103

Angin dan kabut menghantam kami semua.

Malamnya, papa tried to enter Casino. Sebelumnya kata Mr. Vela, turis muslim diperbolehkan masuk untuk melihat ke dalam tapi harus menunjukkan passport. Tapi sewaktu mau masuk, penjaganya bilang minimal diatas 21 tahun HAHAHAHAHA. Gajadi masuk deh.

Ah… FYI, di dalam kamar hotel itu sama sekali ga pakai AC. Dan dinginnya…. Yah, gitu. Alhasil kami beku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s