(day 2)Perjalanan di Singapura, Agt’16

Hari kedua perjalanan saya dan keluarga dimulai jam 9 pagi waktu Singapura. Rencananya di hari ini kami akan berkeliling pulau Sentosa, kawasan dengan berbagai macam hiburan. Mungkin bisa dibilang setara dengan kawasan hiburan Ancol yang ada di Jakarta. Untuk bisa mencapai Sentosa, kita harus menyebrang dengan menggunakan Sentosa Express melalui VivoCity Shopping Mall yang berada di HarbourFront.

Dari penginapan, kami berangkat dengan MRT menuju stasiun HarbourFront. Sekali lagi, tujuan akhir MRT dan persimpangannya harus kita cek agar tidak salah jurusan. Stasiun HarbourFront berada di underground VivoCity Mall. Setelah sampai, kami sarapan terlebih dahulu di Banquet yang berada di basement. Pagi ini, saya sudah berurusan dengan ibu-ibu Singlish penjaga drink corner. Asli, ngomongnya cepet banget, level keterdengarannya rendah, dengan nada bicara yang kaya orang marah itu bikin saya blank. Alhasil, terjadi misscom antara saya dan si ibu tapi kocak juga sih si ibunya, bikin ketawa. Jangan lupa sedia recehan kalo mau beli minuman, kebanyakan harganya di bawah 3 SDG. Yasudah, lanjut. Setelah mengumpulkan energi (kebanyakan ngumpulin energi, maklum, sudah umur) kami langsung menuju lantai teratas VivoCity yang menghubungkan dengan pulau Sentosa. Sebelumnya, kita harus membeli tiket masuk Sentosa di loket yang tersedia. Harga tiket masuk per orangnya 4 SDG including Sentosa Express. Setelahnya, mengantri untuk Sentosa Express yang akan mengantarkan kita ke pulau Sentosa.

img_6815

img_6820

Dari dalam Sentosa Express, kita bisa melihat pemandangan pembangunan pulau, Singapore Cruise, dan lainnya yang ada di pulau ini. Saya suka sekali pemandangannya, terutama saat melewati Singapore Cruise. Nah, di stasiun Sentosa Express sendiri terbagi menjadi empat pemberhentian berdasarkan area hiburan. Pemberhentian pertama yaitu Waterfront Station, area untuk Universal Studio, Casino dan berbagai hiburan terkait. Kami turun disini. Saya dan Adek belum pernah ke Universal Studio karena terakhir kami ke SG, belum dibangun. Rentang waktu pembangunannya terbilang cepat, jelas. Memasuki kawasan ini, saya pangling karena arsitekturnya lucu(dalam pengertian saya, bukan sesuatu untuk ditertawakan)  mirip seperti  amusement park yang ada di Amerika dan sekitarnya, yang biasa saya lihat di tumblr. Dan rasanya, saya seperti tidak sedang berada di kawasan Asia Tenggara. Langitnya pun mendukung saat itu sehingga membuat saya sulit untuk tidak melihat ke atas. Sebelum pintu masuk Universal Studio, banyak retail yang menjual souvenir Universal Studio, toko permen, dan globe US yang fenomenal.

img_6826

img_6827

img_6828

img_6832

img_6836

img_6852

img_6846

Kami tidak masuk ke dalam Universal Studio, hanya menikmati fasilitas yang ada di sekeliling pintu masuk saja. Setelah berfoto-foto di depan globe sampai puas(papa, sih, lebih tepatnya yang banyak foto), kami duduk-duduk di sekitar globe. Saat itu, ada serombongan turis India yang berfoto di depan globe.

img_6848

img_6857

img_6853

Setelah itu, kami mampir ke Candylicious, toko yang menawarkan kita dengan berbagai macam permen dan cokelat dan sesuatu yang berhubungan dengan keduanya. Toko yang mewujudkan every child in the world’s wildest dreams. Disitu saya menemukan permen Hulk, salah satu tokoh superhero kesukaan si Gembrot. Setelah puas cuci mata dengan permen-permen warna-warni nan eye-catching dan bikin blenger, kami melesir lewat pintu belakang. Kami berfoto di kawasan Hard Rock Café Sentosa dan jejerannya.

img_6868

 

img_6879

Kami melanjutkan perjalanan ke Imbiah Station. Kawasan ini merupakan tempat terdapatnya Merlion Sentosa, yang ukurannya lebih besar dibandingkan Merlion yang asli. Di sini juga menawarkan para pengunjung untuk lebih dekat dengan nature, berfoto dengan burung-burung eksotis, Madame Tussauds Singapore, dan lainnya. Kami berencana untuk berkunjung ke Maddame Tussauds, sebuah museum yang menampilkan replika dari berbagai tokoh yang bersejarah atau ikonik di dunia.  Replika para tokoh ini terbuat dari lilin yang dirancang menyerupai aslinya. Baju-baju yang dikenakan pun merupakan pemberian atau peninggalan dari sang tokoh.

img_6885

img_6888

img_6982

Kita dapat mencapai Madame Tussauds Singapore  yang berlokasi di puncak dengan menggunakan eskalator.  Speaking of escalator, Singapur merupakan salah satu negara dengan peraturan yang dijalankan dengan baik dan tingkat kedisiplinannya tinggi. Jadi, ketika kita sedang menggunakan eskalator di daerah manapun di Singapur, terutama di MRT, selalu berada di sisi kiri. Hal itu untuk memudahkan orang yang sedang tergesa-gesa supaya bisa berjalan lebih cepat dan agar antreannya lebih teratur dan tidak berdesak-desakan. Budayakan antre, hal yang sederhana tapi susah untuk dipraktekan di negara kita.

Lanjut, kami telah sampai di puncak. Dari situ, gondola yang sedang beroperasi bisa terlihat lebih dekat. Nah, gedung museum Madame Tussauds ini bergaya arsitektur serupa dengan bangunan-bangunan yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta. Di depan sudah ada patung Lady Gaga yang menyambut kami. Untuk satu orang dewasa non Singaporean, dikenakan biaya sebesar 40 SGD. Lumayan mahal memang, but it worth.

img_6898

img_6894

Sebelum masuk ke Madame Tussauds, bagi yang bukan orang Singapur akan diarahkan terlebih dahulu ke pertunjukkan Image of Singapore. Di sini, kita akan dibawa ke masa 200 tahun silam, mengetahui sejarah terbentuknya Singapur dan orang-orang yang berperan dalam membangun Singapura. Special effects dan teknologi yang digunakannya keren. I wont spoil you about the detail inside, jadi kalau ke Singapur jangan lupa untuk berkunjung ke Madame Tussauds ini. Kemudian kami memasuki wahana The Spirit of Singapore Ride, mini tour ke tempat-tempat yang ada di Singapore, wahananya mirip Istana Bonekanya Dufan, tapi lebih singkat durasinya. Di The Image of Singapore dan The Spirit of Singapore Ride ini, kita tidak diperkenankan untuk mengambil gambar.

Barulah, kita memasuki area patung Madame Tussauds. Di awal, kita diajak bertemu dengan para tokoh bersejarah dan mungkin sudah pada tau, kan, kalau presiden pertama kita, Ir. Soekarno, termasuk dan dibuatkan patung lilinnya di Madame Tussauds Singapura dan Bangkok. Kebanggaan tersendiri. Selanjutnya, ada empat kategori lagi seperti sports, film & TV, musics, dan A-list party  dengan para tokoh di dunia yang mewakilinya. And there, my dad was going all narcissist and got carried away under the party-fabuluous circumstances. Apalagi waktu ketemu idolanya, Ratu Elizabeth. Yes, my dad is a big fan of The Royal Family. Ga ada henti-hentinya, deh, minta difotoin. Saya dan adek kalah hits, telak. Oh, nearly forgot! Di situ ada satu spot yang paling saya suka, yakni salah satu scene E.T yang terbang ke bulan, lengkap dengan E.T, sepeda dan red hoodnya. Outer space human finaly home… yeay. We took about 3 hours for Madame Tussauds only. Di pintu keluar, ada toko souvenir yang barang-barangnya lucu-lucu abis!

img_6905

img_6909

img_6913

img_6938

img_6949

img_6942

img_6958

img_6971

Kemudian, kami lanjut ke Beach Station. Di sini, panasnya cuaca baru benar-benar terasa. Jangan lupa untuk sedia minuman dan sunglasses/topi. Atraksi yang tersedia di area ini di antaranya Siloso Beach, iFly Singapore, Sentosa Luge, dan masih banyak lagi. Karena sebenarnya tidak ada yang ingin kami kunjungi disini ditambah cuaca yang sangat panas, kami kembali lagi ke Sentosa Express. Kami mengakhiri perjalanan kami di Sentosa Island, kembali ke VivoCity, dan makan di tempat yang sama seperti tadi pagi.

img_6989

img_6993

Then, tujuan kami selanjutnya adalah Mustafa Centre. Pusat perbelanjaan yang serba lengkap, mulai dari elektronik, baju, obat-obatan, perhiasan, makanan, dan masih banyak lagi. Kalau di Jakarta, semacam Pasar Baru atau Mall Ambasador. Disini, harga semuanya dibawah standar. Jadi, kalau mau beli oleh-oleh bisa mampir ke Mustafa yang berlokasi di kawasan Little India, Singapore. Dengan MRT, kami turun di stasiun Farrer Park agar lebih dekat untuk menuju Mustafa. Bagian yang saya suka juga. Ketika sudah memasuki kawasan Farrer Park, Little India, dan sederetannya, suasananya berubah. Stasiun dan MRT mulai terisi oleh orang-orang Tamil. Apalagi sewaktu berada di Little India. I just couldnt describe what I saw and what I felt with words, to be honest. So, lets just skip that part.

img_6997

img_7003

img_7004

Mustafa memiliki banyak gedung yang isinya hampir sama, menyediakan segala kebutuhan kita. Agak membingungkan, sih, tempatnya. Dari gedung satu ke gedung lainnya bisa nyambung. Sebelumnya jangan lupa menitipkan barang bawaan kita terlebih dahulu di pos security. Kebanyakan security nya itu ibu-ibu(makhluk yang paling disegani dimanapun), lho.  Jangan sampai pusing sendiri juga karena banyak banget merek yang dijual, terutama di bagian makanan, dengan harga miring. Tapi, perlu diingat untuk selalu memeriksa tanggal kadaluarsa makanan tersebut. Kemarin ada ovomaltine ukuran besar dijual dengan harga 3SGD kalau tidak salah, sewaktu dicek tanggalnya kadaluarsanya ternyata tinggal besok. Semakin harganya dimurahkan, berarti kadaluarsanya sudah mau habis. So, harus lebih teliti (belanja dimanapun juga, sih).

We spent a lot of time here. Setelah semua yang dicari sudah didapatkan, kami langsung pulang ke penginapan. Terasa banget capeknya habis dari sini, jadi kami memutuskan untuk beristirahat di penginapan saja. Malamnya, kami makan di Lucky Plaza (ngarah murah). Kami mampir juga ke Plaza Singapura, dalam rangka mencari art supply yang murah yang tidak tersedia di Indo. Di Plaza Singapura ini juga lumayan lengkap. Disini ada Daiso yang lebih lengkap dengan harga 2SDG per item. Ada juga SPOTLIGHT, tidak khusus art shop tapi banyak juga art supply yang tersedia disini.

Galeri terkait dengan Little India akan ditampilkan di post selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s