Bandung, Sept’16

Yesterday, my family and I had a chance to visit Bandung. We rarely have time to go outside Jakarta. So I cant help but got excited. We left home around 5 a.m to avoid long-weekend traffic.  The sky still dark but we enjoyed the ride anyway.

I always love the scenery alongside the jalan tol.

Processed with VSCO

We  arrived safely within 3 hours. We went to our first destination, Alun-Alun Kota Bandung.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

This was my first time here. Alun-Alun Kota Bandung is located in Jalan Asia Afrika, at the backyard of Masjid Raya Bandung. We are not allowed to wear any footwear to keep the syntethic grass clean. I, especially my mother, amazed by the design of this alun-alun.

Processed with VSCO

After that we were walking down the street.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Epic fail. Picture of (suppose to be)me with Pidi Baiq large quote taken by my mother.
Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Throughout Jalan Asia Afrika.

And then we entered the Konferensi Asia-Afrika Museum. The museum cost 0 rupiah. The Konferensi Asia-Afrika Museum displays all things from the past that related to The Asian-African Conference which was held in Bandung, 1955. 

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Pada saat yang bersamaan, sedang berlangsung acara di samping Museum Konferensi Asia-Afrika. Acara yang diisi dengan berbagai pertunjukkan daerah dan bazar keterampilan warga Bandung ini diselenggarakan oleh Perda Kota Bandung. Banyak makanan yang enak dan unik.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Secara kebetulan, ternyata Ibu Walikota sedang berada di lokasi yang sama, berkeliling mengunjungi para tenan yang mengisi bazar. That was my mother who noticed and asked me to take her photo.

Processed with VSCO

Ibu Atalia Praratya.

We continued our trip to Rumah Mode as our next destination, had lunch, and went to Saung Angklung Udjo.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Ini kali ketiga saya mengunjungi Saung Angklung Udjo, actually. But i never get bored. I love all the things here. Mulai dari tempat, suasananya, orang-orangnya, dan pertunjukkan yang ditampilkan. Saya suka alunan nada yang dikeluarkan dari gamelan dan angklungnya. I found inner peace here. Setiap bagian dari pertunjukkan sangat istimewa. Melalui pertunjukkan yang ditampilkan di Saung Udjo ini, saya sadar bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya. Kaya. Itulah kata yang dapat mewakili semuanya. Saya berharap semua orang yang merasa Indonesia merasakan hal yang sama. Banyak turis dari berbagai negara mengunjungi Saung Angklung ini. And i can tell from their expressions that they really enjoy the show and amazed by how rich this land is.

 

 

Processed with VSCOThe gamelan players.

Pertunjukkan pertama diisi dengan lakon wayang golek. Ki dalang memperkenalkan para tokoh wayang diiringi dengan alunan gamelan. Selanjutnya adalah demonstrasi arak-arakan penganten sunat ala Jawa Barat. Anak-anaknya lucu-lucu dan gemesin. Lalu, ada pertunjukkan tari topeng.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Tari Topeng performance.

Kemudian yang paling saya suka adalah pertunjukkan angklung massal. Pada bagian ini, murid-murid Saung Angklung Udjo menampilkan keterampilan mereka dalam bermain angklung dan juga tari-tarian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

To be honest, pertunjukkan yang ini membuat saya merinding saking takjub dan terharunya. I just wanted to cry. You can call me lebay or anything, i dont care. Itu yang benar-benar saya rasakan.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

My mother with the host

Setelah pertunjukkan tadi, kita diajak untuk bermain angklung bersama-sama. Para anak kecil membagikan angklung kepada semua pengunjung. Kita dipandu oleh anak dan cucu dari Pak Udjo Ngalagena untuk belajar memainkan angklung tersebut. And we all performed great! Hahaha… Di akhir pertunjukkan, para pengunjung terpilih ditarik ke panggung oleh murid-murid yang menampilkan pertunjukkan tadi untuk bermain bersama di arena perform. Tidak peduli dari mana asalnya, bangsa atau suku apa, semuanya dipersatukan dengan tujuan perdamaian dan harmoni. We all get along each other.

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Processed with VSCO

Bagian ini menjadi penutup rangkaian pertunjukkan Saung  Angklung Udjo. If you happend to be in Bandung, dont forget to visit this place. Pertunjukkan di Saung Angklung Udjo juga menjadi penutup dari kunjungan kami di Bandung. Kami pulang dengan hati senang.

 

 

Advertisements

One thought on “Bandung, Sept’16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s